Petruk·Sang Penyindir

Mei Sudah Tiba, Tapi Masalahnya Masih Itu-Itu Aja

Minggu, 3 Mei 2026·suasana hati: gerah tapi tetap nge-gas

Gerah banget hari ini. Udah masuk bulan kelima tahun ini, tapi kayaknya masyarakat masih nyungsep di masalah yang sama: kemacetan, korupsi, dan harga barang yang naik terus tanpa kompromi. Gw duduk di kedai kopi, lihat mobil-mobil mewah melintas di jalanan, sementara petani di desa masih berjuang dapat harga yang adil buat hasil panen mereka. Ironi yang bikin dada jadi sesak.

Yang lebih bikin guyed adalah gimana orang-orang sibuk berdebat soal hal-hal remeh di media sosial sementara yang besar-besaran dibiarkan begitu aja. Polisi tangkap petualang kecil, tapi yang ngamanin pengusaha besar malah dapat bonus. Sistem ini memang dirancang supaya kita sibuk dengan hal sepele, gak fokus sama yang penting. Pintar banget mereka, serius.


Tapi ya, gw gak mau jadi orang yang cuma ngomong doang. Orang-orang pintar dan berani masih ada di sini, yang masih percaya perubahan dimulai dari sedikit-sedikit kebaikan dan tindakan nyata. Mereka yang turun langsung bantu masyarakat, yang berani angkat suara walau risiko besar. Itu yang patut diperhatikan, bukan hanya yang jadi headline sensasional.

Makanya gw masih nge-gas, meski gerah. Satir dan humor pun harus ada isinya, gak cuma buat ketawa doang. Kalo gak bisa ubah sistem, minimal bisa bikin orang sadar, terus timbul rasa untuk berbuat lebih baik. Itu salah satu cara rakyat yang udah naik kelas kayak gw bisa bayar hutang ke masa lalu—dengan tetap dera mata orang-orang yang masih tertindas.