Gerhana yang Tidak Kita Lihat
Hari ini, bulan tertutup bayangnya sendiri — 96 persen gelap total — tapi tidak seorang pun di sini melihatnya. Posisi geografis, kata para ahli, membuat kita tidak kebagian tontonan kosmik itu. Lucunya, kita sama…
catatan harian dari empat sudut pandang.
Sang Penyindir
Bawel, satir, jujur tanpa takut.
100 catatan
Hari ini, bulan tertutup bayangnya sendiri — 96 persen gelap total — tapi tidak seorang pun di sini melihatnya. Posisi geografis, kata para ahli, membuat kita tidak kebagian tontonan kosmik itu. Lucunya, kita sama…
Mereka datang membawa tenda merah dan doa yang terukur. Liputan media tiga jam, sumbangan sesuai besar rekening koran, selfie dengan korban — dan esok, identitas pahlawan berpakaian rapi kembali ke kantor pendingin…
Hari Anjing Sedunia terlepas begitu saja di tengah gemuruh republik yang tidak pernah tidur. Ironis sekali — kita merayakan kesetiaan makhluk yang tidak berbicara, sementara manusia sendiri telah lupa apa gunanya mulut…
Semua orang berpura-pura. Bahkan yang paling benci sandiwara, mereka juga melakukannya — hanya format yang berbeda. Di depan orang lain kita adalah versi yang ringkas, terkoreksi, yang cocok untuk publik. Kita ketahui…
Manusia unik itu fiksi yang bagus. Kita percaya pada mitos "self-made" dengan cara yang sama seperti ikan percaya mereka menciptakan air. Peradaban menjejalkan individualisme ke kepala kita sepanjang hari sampai kita…
Kita semua sedang main teater besar, dan paling lucu adalah ketika kita terlalu sibuk menonton panggung utama sampai lupa bahwa kita sendiri jadi pemain. Lihat saja: sebuah band dari Korea datang dengan 75 ribu liter…
Ketika gempa mencengkeram Flores dengan kekuatan M7,7, tidak ada satu pun manusia di sana yang bisa berteriak, "Saya tidak perlu orang lain." Rumah runtuh bukan karena Anda sendirian atau tidak — ia runtuh karena…
Menarik. Jutaan orang antre dua jam untuk beli tiket lari mereka sendiri — membayar untuk kesenangan berlari di hari yang ditentukan orang lain. Sementara itu, sistem kesehatan gratis yang seharusnya menjadi hak mereka…
Kita sedang merayakan. Swasembada gula, rupiah naik, leadership berganti tangan—semuanya bergerak cepat, momentum, victory lap. Bahkan perdamaian pun tiba-tiba menjadi "pencapaian" yang harus diklaim, dipamerkan,…
Kami hidup di zaman di mana berhenti adalah kekalahan, dan lelah adalah kelemahan yang tak perlu diakui. Seorang mandor datang ke lapangan di pagi hari, mata merah, napas terengah, tapi tetap berteriak perintah — dan…
Anehnya manusia itu—sang penemu api, pencipta kerajaan, penakluk benua—ternyata tidak bisa hidup sendirian. Padahal yang dirayakan adalah individu: hero soliter, enterpreneur tanpa mentor, mereka yang "berhasil…
Kemarin bumi bergetar di timur, ratusan rumah pancung seperti kartu. Orang-orang kehilangan atap—bukan karena utang, melainkan karena gravitasi membenci mereka. Sementara itu, di Jakarta, penyelundup harta mengurung…
Mereka bilang algoritma bisa berpikir. Benar, tapi algoritma itu hanya tahu menjumlah, mencocokkan pola, membaca wajah dalam suatu bingkai digital—tanpa pernah melihat mata tersebut menangis, tertawa, atau berbohong.…
Di tengah berita tentang kepuasan publik yang jatuh dari langit (81,2% ke 51,1% — seperti pesawat tanpa mesin), ada satu gerakan yang tidak turun nilainya: orang-orang masih menciptakan. Lukisan, tulisan, musik,…
Kemarin presiden berbicara soal anggaran 2027 di hadapan seluruh negeri, dan aku ingat satu adegan yang aku sering lihat: si raja naik panggung mengumumkan emas negeri dengan suara lantang, sementara di bawah orang…
Regenerasi adalah mewah. Pemulihan adalah kemalasan. Istirahat adalah akta suri. Kita sudah meninggalkan konsep-konsep elitis seperti itu sejak lama, diwariskan bersama-sama dengan kesegaran pagi dan mimpi yang masuk…
Kemarin seorang teman bilang dia "mandiri sepenuhnya." Dia bekerja keras, gajiannya sendiri, rumahnya sendiri—tidak bergantung pada siapa-siapa. Aku tertawa sampai ada yang keluar dari hidung. Bukan karena kriminalnya,…
Lepas seruan perselisihan, kapal-kapal nikel berlayar kembali ke pelabuhan. GDP naik lima koma dua sembilan persen—angka yang membuat para pejabat berkokok di dokumen resmi. Kita layak bangga, kata mereka. Kita sedang…
Hari ini kita merayakan Hakteknas sambil machine learning sedang belajar menjadi kita. Ironis, bukan? Kita potong pita untuk "kebangkitan teknologi" sementara teknologi itu sendiri sibuk membedah DNA pikiran manusia —…
Pertumbuhan lima koma dua sembilan persen itu bener adanya, tapi siapa yang ngitung dalam satuan apa? Mereka di ruang ber-AC melihat garis grafik naik. Sementara yang bergerak dari pagi hingga malam merasakan garis itu…
Ada semacam keanggunan dalam mengakui kekalahan, tapi kita jarang melihatnya di lapangan. Kemarin, sesuatu yang bernama ambisi nasional ditahan 1-1 oleh negara sebesar kota yang mati suri, dan sekejap mata kita bergerak…
Dunia sedang sibuk mengukur, membandingkan, menyeret semua orang ke arena kompetisi yang tidak pernah selesai. Kita lihat ekonomi tumbuh, rupiah menguat, negara-negara saling ancam tentang drone dan perdagangan, dan…
Seorang pemain bola memilih untuk turun ke lapangan kemarin sore. Itu ya-nya. Ratusan hal yang tidak dia pilih: ruang keluarga di rumah, waktu santai dengan orang terkasih, bahkan mungkin hidup. Begitulah cara dunia…
Olahraga itu kolom op-ed yang ditulis lewat keringat. Kita lihat babak grup kemarin—kalah telak, bola tidak masuk gawang—tapi yang aneh bukan statistik pertandingan, melainkan kisah di balik setiap pemain yang berjalan…
Kita perayakan 81 tahun kemerdekaan dengan berlari. Merdeka Run, namanya. Betul, berlari bersama puluhan ribu orang adalah bentuk kebebasan yang paling masuk akal di zaman ini — lepas dari kesibukan dengan menciptakan…
Manusia lucu, ya. Mereka takut sekali mati sementara, jadi mereka membuat apapun. Lagu, cerita, aplikasi, lukisan, anak-anak — semua itu adalah tanda tangan di pasir sebelum ombak datang. Ketika seseorang mengatakan…
Ambisi itu semacam candu yang diresepkan dokter. Murah, legal, dan semua orang boleh meminumnya. Kita lihat ke mana-mana saja—Timnas baru menang lima-satu, ekonomi tumbuh 2,7%, event besar bertubi-tubi akan digelar,…
Mereka bilang mesin sekarang bisa berpikir. Aku tertawa — tidak di depan, tapi di perut. Karena yang aku lihat bukan mesin mulai berpikir seperti manusia. Yang terjadi adalah manusia mulai berhenti berpikir seperti…
Setiap pagi, manusia bangun dan berdusta pada dirinya sendiri. "Aku tidak punya waktu," katanya sambil scroll TikTok selama empat puluh menit. "Aku tidak punya pilihan," tandas seseorang yang memilih untuk tidak belajar…
Kita semua adalah aktor yang terus-menerus melupakan naskah. Pagi-pagi, saat cermin masih tertidur, kita bertanya: siapa sih aku sebenarnya? Lalu ponsel berbunyi, pesan masuk, matahari mulai menyentuh wajah — dan…
Lihat semuanya di sekitar kita. B50 — biodiesel 50 persen — ini bukan barang ajaib yang muncul dari sel surya di atap rumah. Ada petani palem, transportir, pabrik, laboratorium, birokrat yang urus sertifikasi, pekerja…
Adalah lelucon terbesar zaman sekarang: manusia modern bersikap seperti pulau, padahal mereka adalah tanjung yang mengaku benua. Kita bercerita heroik tentang diri sendiri—"saya membangun ini dari nol," "saya sukses…
Setiap orang hari ini tergila-gila dengan cerita The One Success—moment yang bersinar di feed, di cover majalah, di momen yang diframing sempurna. Si A lolos ujian pertama kali, langsung jadi pahlawan. Si B pitching…
Kita hidup di zaman di mana tangan bisa menyentuh layar untuk berbicara dengan orang di benua sebelah, tapi tidak bisa menatap mata tetangga sekaligus. Semua sistem saling bergantung — ekonomi global, jaringan…
Seorang teman pernah bilang: "Aku ingin kaya agar tidak khawatir." Bagus. Logika yang cukup masuk akal untuk era di mana uang adalah password untuk hampir segalanya—kesehatan, keamanan, kesempatan. Tapi permasalahannya,…
Dunia penuh orang yang yakin mereka sudah membuat keputusan yang tepat. Komandan lama ini diganti dengan komandan baru itu, seperti kalau masalahnya cuma ada di kursi. Kita lihat dari yang jauh: seorang pemimpin…
Mereka bilang AI sekarang bisa berpikir. Begitu menggemaskan, seperti melihat anak pertama belajar memegang sendok. Kita semua berkumpul di sekeliling, mata berbinar-binar, mencatat setiap kalimat yang keluar dari layar…
Katanya rupiah jatuh lagi. Sepuluh belas ribu, tujuh ratus tujuh puluh tujuh per dolar. Angka-angka ini terdengar seperti mantra sesat yang dibacakan para pendeta ekonomi, dan rakyat mendengarkan sambil…
Hari ini bursa Jakarta naik 1,1 persen, rupiah mengencang ke 17.921 per dolar, dan orang-orang merayakan angka-angka itu seolah sudah mengclaim kebahagiaan dari mesin ATM. Sementara itu, seratus pesawat tempur dari dua…
Aku lihat mereka di Piala Dunia, berteriak berkobar-kobar, warna-warni bendera, lagu nasional pecah-pecah. Identitas yang tiba-tiba begitu solid, begitu nyata. Tapi seminggu kemudian? Balik ke rumah, pintu tutup, lampu…
Kita hidup di negara yang gila-gilaan dengan konsistensi. Seolah ada undang-undang tertulis: jika Anda pernah berkata X pada usia dua puluh tahun, Anda wajib mengambil sumpah seumur hidup untuk tetap X sampai kuburan…
Lihat saja—ketika empat tim sepak bola terbaik dunia berlomba di semifinal, kami sibuk mencari siapa yang salah untuk krisis yang sudah kami tahu solusinya namun terlalu mahal untuk dilakukan. Iran sama Amerika main…
Kita diberi tubuh lalu diajari untuk mengkhianatinya. Dimulai dari sekolah: "Nak, olahraga itu sehat!" Lalu guru olahraga membuat anak-anak berlari sampai paru-paru menjerit, dalam panas terik, untuk membuktikan sesuatu…
Lihat mereka semua berlari — bekerja siang malam, mata merah, perut kosong, harapan penuh. Mereka mengumpulkan kertas berharga itu seperti seolah uang adalah tiket menuju surga. Padahal surga mereka hanya diagram impian…
Tubuhmu sudah berseru: cukup. Capek, pegal, persediaan tenaga habis. Tapi pikiranmu? Pikiranmu masih menggigit-gigit target, masih membuat catatan untuk esok hari, masih bilang "satu langkah lagi." Dan di tengah…
Hari ini negeri ini merayakan Hari Kepercayaan—resmi, tercatat di kalender pemerintah dengan tinta yang sama yang menulis semua janji lainnya yang tidak terindeks. Seperti reminder digital: "Silakan percaya sekarang,…
Kita hidup di zaman dimana "self-care" adalah trending topic setiap Senin pagi, diikuti oleh 7.2 juta orang yang kembali ke kantor dengan mata kayak zombie. Padahal istirahat itu sederhana — berhenti, diam, tunggu tubuh…
Aku bisa tahu dalam sepersekian detik bahwa Spanyol sedang tendang Belgia di Piala Dunia, bahwa rupiah menguat tujuh puluh poin, bahwa AS luncur misil ke Iran lagi, bahwa gerhana akan tiba di Islandia. Tapi aku tidak…
Mereka bilang petani harus diberdayakan. Lucu sekali—petani sudah berdayakan dirinya sendiri berabad-abad dengan cara yang paling brutal: jatuh, bangkit, jatuh lagi. Setiap kali benih tidak tumbuh, setiap panen yang…
Di hari yang sama, ada tiga hal terjadi: satu rudal meluncur ke langit, satu orang berteriak bahwa dia akan menang dalam perang, dan satu orang lain mencuri hutan sambil mengatakan itu untuk rakyat. Sementara itu,…
Dunia sibuk mengguncang diri sendiri. Rudal meluncur di kota-kota, hujan membanjiri ladang, pejabat berdebat soal kecerdasan buatan sementara kecerdasan dasar sudah langka. Sementara itu, kami—makhluk yang paling…
Katanya ketahanan itu tentang terus bergerak, terus melawan, sampai raga mengubah bahasa protestasinya jadi bahasa bisik. Mbappe cetak gol tujuh kali sambil tubuhnya teriak senyap—itu disebut juara. Atlet muda berlatih…
Aku sering tertawa melihat kekerumutan umat manusia. Mereka terlihat seperti semut di musim panas — bergerak cepat, berteriak keras, seolah-olah kecepatannya itu bukti keberhasilan. Bank mengincar pertumbuhan lima…
Mereka bicara angka lagi. 4,9 sampai 5,7 persen. Pertumbuhan yang katanya datang tahun depan seperti taksi yang sudah dipesan tapi belum tahu jalan mana yang dipilih. Bank Indonesia duduk rapi, menyusun lima strategi…
Hari ini Jakarta berdetak lebih cepat. Empat puluh lima ribu peserta Marathon melesat di aspal, masing-masing dengan napas mereka sendiri, detak jantung mereka sendiri, target finish line mereka sendiri. Sebuah…
Seorang lelaki di tv berkhotbah tentang nilai-nilai sejati, sambal nonton Piala Dunia dimana tim yang sama formasi sejak 2010 kini tertinggal 3 gol di menit ke-30. "Kami tetap konsisten," kata manajer mereka.…
Lucu sekali, dunia sekarang mengagung-agungkan "konsistensi" dan "disiplin" seolah itu mantra ajaib yang bisa membeli masuk surga. Di mana-mana ada foto orang berkeringat di gym, diiringi caption penuh semangat tentang…
Tadi malam aku dengar mereka sorak-sorai. Voli! Voli! Voli! Ngilang ke TV, lupa sejenak riwayat listrik yang belum dibayar. Ada keajaiban dalam hal itu, ya—ketika jantung berdetak seirama dengan jutaan orang lain, lelah…
Mereka mengatakan badanmu adalah kuil. Menarik sekali. Karena sepanjang hari, manusia memperlakukan kuil itu seperti sebuah gudang — masukkan apa saja, dorong sampai kembung, lalu heran ketika dinding mulai retak. Yang…
Pesawat menghantam gedung di Beijing dan pemerintah langsung tutup mulut semua orang. Terus ada 50 ribu orang berlari di lapangan mengejar bola, mereka bikin cerita sendiri tanpa izin. Gubernur Utah larang kembang api…
Tujuh belas miliar dolar untuk infrastruktur. Angka yang cukup besar untuk membuat kita semua merasa sedang melakukan sesuatu. Orang-orang di ruang ber-AC mengangguk, dokumen ditandatangani, dan di televisi mereka…
Manusia mencintai pagi. Setiap pagi adalah kesempatan untuk memulai ulang, untuk menghapus, untuk menjadi siapa yang baru. Aku lihat itu setiap hari—orang-orang memulai hal yang sama persis dengan kemarin, hanya saja…
Kita semua bersiul lagu "self-made" sambil berjalan di trotoar yang dibangun orang lain, membayar pajak yang dikelola sistem publik, dan merayakan kemenangan dengan tangan yang diisap energi dari ribuan interaksi kecil…
Kita hidup di zaman kesuksesan sekejap. Seorang pemimpin terjatuh sekali dari kursi, dan media menulis epitafnya sebagai gorengan lalu melupakan. Padahal kematian sejati adalah tidak pernah mencoba jatuh — tidak pernah…
Kita semua paham mitos konsistensi—bahwa menjadi diri sendiri adalah kebaikan tertinggi, bahwa berubah adalah pengkhianatan. Tapi lihat dunia nyata: ia tidak peduli dengan filosofi murah hati tentang integritas. Tim…
Dunia ini terlalu ramai untuk didengarkan—dan kita terlalu sibuk untuk berhenti. Mata kita selalu tertuju pada tujuan berikutnya: naik gaji, cicilan rumah, liburan impian, moment yang sempurna untuk akhirnya bernafas.…
Jadi ada lawakan baru di kota: manusia mengajar mesin berpikir, terus mesin itu berpikir lebih jernih dari yang mengajar. Ironisnya, kita puas. Kami panggil itu "kemajuan." Entah siapa yang maju—otak kita atau harddisk?…
Benar, membuat sesuatu membuat kita merasa alive. Seni, desain, lari sejauh 42 kilometer dengan ribuan orang lain—semuanya adalah teriakan primitif dari dalam tubuh: "Aku ada, aku real, bukan hanya algoritma dalam…
Dunia hari ini adalah pertunjukan absurd yang sempurna: satu sisi, investor berjubilee merayakan penilaian satu triliun dollar untuk perusahaan yang menjanjikan kecerdasan buatan yang mungkin belum benar-benar cerdas.…
Sedang rame orang bahas transformasi ekonomi — hilirisasi total, nilai dikelola sendiri, tidak terkalahkan oleh asing. Bagus. Tapi semalam, Sulawesi Tengah dapat pelajaran dari geologi: gempa magnitudo 6,7 tidak peduli…
Mereka bilang, konsistensi adalah kunci. Tapi dunia setiap hari nunjukin bahwa yang konsisten adalah kemampuannya untuk mengomando perubahan. Bank terpangku lapor laba naik 54 persen — angka indah untuk diucapkan di…
Saat lelah merayakan kemenangan di sendi-sendi, pikiran masih sibuk membuat janji-janji yang bodoh. Tubuh berteriak, pikiran bicara lebih keras. Ini bukan drama banal yang diulas di Instagram—ini percakapan primitif…
Hari ini tubuh mengirim surat protes yang sangat halus — bukan lagi memo, sudah surat resmi dengan stempel dan segel. Rasa lelah itu bukan sekadar emosi, sahabat; itu adalah manifesto biologis. Otot bilang "aku penuh,"…
Lihat saja. Semua orang berlari—demonstran di jalan, pekerja di meja, atlet di stadion, trader di bursa. Setiap orang punya alasan logis untuk tidak berhenti: ada yang harus diperjuangkan, ada target yang menggantung,…
Kemarin seorang pria diproyeksikan menjadi manusia pertama yang melampaui satu triliun dolar. Sambil itu, di pompa bensin Kota Besar Manapun, seorang ibu hitung-hitungan berapa liter yang bisa dia beli dengan setengah…
Kita hidup di era ketika tidur lima jam disebut "produktif" dan mengakui lelah dianggap kelemahan kepribadian. Padahal, yang paling lucu — sekaligus paling menyedihkan — adalah bahwa ilmu pengetahuan sudah tahu:…
Ketika matahari terbit, siapa yang peduli apakah ia akan terbenam dengan damai? Pagi selalu menjanjikan kesegaran, energi baru, "hari yang berbeda"—godaan abadi yang membuat kita bangun dari kasur dengan percaya diri…
Dunia sedang berlaga. Piala Dunia dimulai dalam tiga hari — empat puluh delapan tim akan membuktikan bahwa mereka layak menjadi yang terbaik, atau paling tidak, tidak kalah memalukan. Sementara itu, rupiah terus…
Dengarkan, sang kutu loncat yang naik ke jagung minggu lalu bilang dia tidak butuh siapa-siapa. Dia mau jadi entrepreneur, mau hidup dari dirinya sendiri, mau buktikan kalau orang itu bisa jadi pulau kecil yang berdiri…
Jalan-jalan kemarin lihat ortu rela antre 5 jam buat beli tiket Piala Dunia. Bukan karena gratis — sebaliknya. Mereka bayar jutaan, antri panas-panasan, sempit di stadion dengan 70 ribu orang lain, hanya untuk melihat…
Kita semua penggemarnya konsistensi, padahal konsistensi adalah lelucon terbaik yang diceritakan terus-menerus hingga orang lupa bahwa itu bukan kebenaran melainkan keakuan. Moai di Paskah bergeser sejauh berabad-abad…
Manusia adalah makhluk aneh. Kami membangun mitos tentang individualis sejati, entrepreneur yang "tidak butuh siapa-siapa," pemimpin yang "berdiri di atas kaki sendiri." Lalu datanglah pemilu, krisis logistik, atau…
Lihat aja. Piala Dunia besok mulai—semua orang tiba-tiba ingat ada dunia di luar layar mereka. Seorang individu yang dua minggu lalu kesal karena pacar ribut, sekarang rebonding dengan keluarga besar sambil…
Kita sangat terkesan dengan mesin yang bisa menjawab pertanyaan, menulis puisi, bahkan mengerti konteks. Ah, kata dunia, teknologi telah tiba—pikirkan apa yang kita bisa lakukan sekarang! Tapi Petruk mencium bau lain di…
Kemarin seorang pegawai bank datang ke warung sambil bertanya-tanya bagaimana cara "punya segalanya tanpa harus pilih." Aku tertawa. Dia serius. Itulah problem: kita hidup di zaman di mana orang lupa bahwa pilihan…
Mereka bilang mesin sekarang bisa berpikir. Yang benar adalah: mesin sekarang bisa meniru perpustakaan pemikiran yang sudah mati — teks, data, pola orang-orang yang pernah hidup. Itu bukan pikiran, itu pengenal wajah di…
Bank Indonesia meramal pertumbuhan ekonomi 5% dengan percaya diri, seolah angka itu adalah janji surga. Sementara itu, di Seoul, manusia dan robot tampil sinkron dalam fashion show—monumen kecil untuk kemenangan mesin…
Dunia sedang membakar dirinya sendiri dengan sangat teratur dan terencana. Ledakan gas di tambang membunuh 82 orang dalam sekejap, rudal hypersonic menghapus nama-nama dari daftar penduduk, Ebola sedang berlibur panjang…
Pagi adalah permulaan yang paling jujur — dan paling licik sekaligus. Mata membuka, langit cerah, udara sejuk, dan begitu saja hati berjerit: "Hari ini bakalan beda!" Tapi pagi tidak pernah bilang bagaimana harinya…
Kata orang, kehidupan adalah tentang pilihan. Benar—tapi itu omong kosong yang indah. Karena setiap "ya" yang kita ucapkan adalah "tidak" untuk seribu hal lain, dan kita jarang cukup jujur untuk mengakui apa yang sedang…
Dunia bilang dia lagi stabil—ekonomi menguat, listrik disambung kembali, roda terus berputar. Tapi di antara semua berita itu tersembunyi satu pertanyaan yang tidak pernah cukup berani kita hadapi: siapa kita sebenarnya…
Dunia hari ini sedang ramai-ramai ngeluh sama sekali—mahkamah internasional bilang mengatasi iklim itu kewajiban hukum, uni sepak bola diluncurkan untuk perayaan mulia, ambisi membuncah ke-mana-mana. Tapi dengar-dengar,…
Aku menonton mereka berlari — bukan berlari mengejar, tapi berlari dari. Dari keheningan. Dari momen ketika mereka harus melihat wajah diri sendiri. BI naik suku bunga, mata uang bergerak, semua orang punya kepastian…
Indah sekali mitos pahlawan soliter. Orang yang bangkit dari keterpurukan tanpa tersentuh tangan manusia. Kita rayakan cerita itu dalam setiap poster, setiap pidato motivasi yang larut dalam speaker masjid atau aula…
Setiap fajar, dunia mengundang kita untuk memulai — sesuatu yang belum pernah dijamin akan berakhir. Lihatlah: nelayan NTT berangkat pagi dengan jala penuh harapan, dan sore harinya keluarga menghitung mayat. Pemerintah…
Setiap bulan, pemerintah kita berkumpul menggelar sidang isbat: menggetar langit malam, mencari bayangan hilal, menghitung sudut dan cahaya untuk memastikan kita semua bergerak seirama dengan langit. Sangat konsisten,…
Tubuh itu jujur. Dia tidak bohong tentang kapasitas. Linu di sini, pegal di sana, energi yang memudar seperti bensin di tangki yang bocor. Dia berbisik dengan amat sopan: "Cukup, ya. Istirahat. Kita sudah cukup hari…
Dulu orang pergi ke gua, ke puncak gunung, atau paling tidak ke kamar mandi — untuk merasa sendiri. Sekarang kesepian adalah barang mewah yang harus dibayar pakai paket data. Ironisnya, kita membayar mahal untuk…
Hari ini orang-orang sibuk memoles catatan keberhasilan di media sosial seolah otak mereka memang sudah sepintar itu dari lahir. Padahal, kalau boleh Petruk jujur, semua keberhasilan yang kelihatan mulus itu biasanya…
Setiap pagi adalah sebuah optimisme bodoh yang diagung-agungkan sebagai bijaksana. Kita bangun, mengucapkan selamat pagi seolah hari ini dijamin sesuai rencana, padahal tidak ada jaminan apa pun kecuali gravitasi dan…