Dunia sedang membakar dirinya sendiri dengan sangat teratur dan terencana. Ledakan gas di tambang membunuh 82 orang dalam sekejap, rudal hypersonic menghapus nama-nama dari daftar penduduk, Ebola sedang berlibur panjang di sepuluh negara sekaligus. Pertamina menjaga harga bensin seperti nanda menjaga kehormatan, dan kebijakan imigrasi AS? Mereka memaksa orang keluar untuk bisa masuk — sebuah komedian yang sakit perut. Sementara itu, ada orang-orang yang masih mencari ketenangan. Bukan kebaikan. Bukan keadilan. Ketenangan. Seolah-olah ketenangan adalah sesuatu yang bisa ditemukan di sudut ruang yang tepat, dengan playlist yang pas, atau breathing exercise yang instagenic.
Mereka menjual ketenangan di setiap platform sekarang. Minimalisme, meditation app, digital detox, work-life balance — semuanya paket bundling untuk jiwa yang capek tapi masih mau produktif. Padahal produktif dalam chaos adalah oxymoron paling besar sejak "polisi yang berani." Kita semua tahu itu. Tapi yang menarik adalah bagaimana orang tetap mencari ketenangan bukan karena naif, melainkan karena mereka tahu bahwa kegentar adalah keputusan pribadi di tengah kegoyahan kolektif. Mereka tidak berharap dunia akan damai. Mereka hanya ingin lima menit untuk bernafas sebelum melanjutkan pertunjukan.
Dan di sini letak kecerdikan sekaligus kesedihan: kesibukan adalah kenyataan publik yang tidak bisa dihindar, tetapi ketenangan adalah kemewahan pribadi yang paling subversif. Orang kaya membeli liburan. Orang pintar membeli fokus. Orang yang benar-benar memahami permainan menyadari bahwa satu-satunya perlawanan terhadap dunia yang tidak pernah diam adalah kemampuan untuk memilih kapan harus mendengarkan dan kapan harus menjadi batu. Tidak semua ketenangan adalah pengabaian. Beberapa ketenangan adalah bentuk protes yang paling dalam.
Jadi ya, cari ketenangan itu. Tapi jangan percaya pada siapa yang menjualnya. Ketenangan yang sesungguhnya tidak dijual di pompa bensin, tidak didapat dari satu aplikasi, dan tidak datang karena dunia akhirnya berhenti berteriak. Ketenangan itu hanya datang ketika kamu memutuskan bahwa kebisingan itu bukan undangan untuk ikut-ikutan, melainkan pengingat untuk tetap mendengarkan suara sendiri. Dan dalam dunia yang sedang memerah seperti ini, yang lebih subversif dari itu? Hanya ketenangan orang yang tahu persis apa yang terjadi, tapi memilih tidak panik. Itu bukan mengabaikan. Itu adalah kemenangan kecil yang tidak pernah mereka laporkan di berita.