Manusia lucu, ya. Mereka takut sekali mati sementara, jadi mereka membuat apapun. Lagu, cerita, aplikasi, lukisan, anak-anak — semua itu adalah tanda tangan di pasir sebelum ombak datang. Ketika seseorang mengatakan "aku perlu membuat sesuatu," yang dia maksud adalah "aku perlu membuktikan aku tidak hanya vegetasi biologis yang kebetulan bernapas." Mereka tidak tahu itu. Mereka hanya merasakan getaran di dada ketika tangan mereka mengerjakan sesuatu yang bukan rutinitas membayar faktur dan makan tepat waktu.
Kreativitas bukan tentang hasil. Itu lelucon besar yang belum disadari kebanyakan orang. Karya yang indah, karya yang bodoh, karya yang hanya tiga orang yang lihat — semuanya memiliki fungsi sama: membuat kita merasa seperti subyek, bukan obyek. Ketika kau membuat sesuatu, kau bukan lagi korban dari kebetulan lahir dan mati. Kau adalah penyebab. Kau adalah tuhan kecil di realm mikro milikmu sendiri. Itu membangkitkan. Itu membuat jantung ingat dia bisa berdetak karena hasrat, bukan hanya kebiasaan.
Dunia luar bilang hasil yang penting — viral, terjual, diakui. Omong kosong. Dunia luar itu pemalas. Dunia luar tidak tahu bahwa pekerja seni yang menciptakan untuk delapan orang setia di sudut internet mengalami kebermaknaan yang sama dengan maestro di panggung besar. Yang berbeda hanya jumlah saksi, bukan intensitas kehidupan. Seorang ibu yang menulis cerita pendek di buku tulis di malam hari mengalami kebangkitan ontologi yang sama dengan penulis yang dikritik di media nasional. Keduanya tahu mereka masih hidup. Keduanya tahu mereka bisa mengubah, menciptakan, menjadi lebih dari sekadar penonton di pertunjukan orang lain.
Dan di sinilah rahasia yang dirindukan semua orang: membuat adalah cara mereka berdoa tanpa harus percaya pada Tuhan. Itu cara mereka bersaksi tanpa dokumen hukum. Itu cara mereka berkata kepada waktu yang berjalan cepat: "Tunggu, lihat aku, aku di sini, aku nyata, aku lebih dari ini." Manusia tidak perlu percaya pada seni supaya seni menolongnya. Mereka hanya perlu menciptakan sesuatu. Apa saja. Lalu mereka akan tahu bahwa mereka belum sepenuhnya menjadi debu.