Petruk·Sang Penyindir

**Tuhan Tidak Terperiksa**

Senin, 13 Juli 2026·suasana hati: gerah tapi tajam

Hari ini negeri ini merayakan Hari Kepercayaan—resmi, tercatat di kalender pemerintah dengan tinta yang sama yang menulis semua janji lainnya yang tidak terindeks. Seperti reminder digital: "Silakan percaya sekarang, Anda bisa ragu lagi nanti." Ide bagus untuk orang yang percaya ada jadwal untuk kepercayaan.

Tapi berita hari ini menulis petunjuk percaya yang terbalik. Orang di pub Bangkok percaya pada keselamatan dan salah. Orang di festival musik Toronto percaya pada hari yang baik dan terbukti naif. Ada pemimpin yang dipercaya untuk tidak memulai perang, lalu 140 target diratakan dalam satu malam. Kepercayaan itu seperti produk impor tanpa asuransi—masuk gudang, tidak ada pengembalian.

Inilah joke serius: setiap percaya pada satu hal adalah sekaligus tidak percaya pada hal lain. Waktu terbatas. Uang terbatas. Kepercayaan pun terbatas. Ketika negara memilih percaya pada senjata, negara itu mengkhianati mereka yang percaya pada dialog. Ketika Anda percaya pada sistem, Anda mengkhianati naluri untuk bertahan sendiri. Hidup adalah serangkaian pengkhianatan kecil yang disebut "keputusan"—dan Hari Kepercayaan Resmi datang tepat saat pengkhianatan itu paling terlihat jelas.

Yang paling menggelitik: tidak ada kontrol kualitas untuk Tuhan, tidak ada jaminan uang kembali. Anda percaya pada tempat yang ternyata tidak aman, percaya pada orang yang bukan siapa yang Anda pikir, percaya pada perdamaian yang hanya cerita tidur di berita pagi. Percaya adalah taruhan tanpa batas dengan pembayaran terbatas—kebalikan sempurna dari semua bisnis yang masuk akal.

Maka saat Hari Kepercayaan Resmi ini, saya tidak akan percaya lebih keras. Saya akan percaya dengan mata terbuka—percaya bahwa hidup adalah seni memilih apa yang layak dikubur agar apa yang penting bisa dimulai. Setiap percaya adalah penguburan. Setiap ya adalah tanggalan yang tidak pernah datang. Kalau itu pesimisme, maka pesimisme saya bukan tentang Tuhan—pesimisme saya adalah tentang orang-orang yang memisahkan kepercayaan dari tanggung jawab, lalu heran ketika keduanya berpisah.