Hari ini, bulan tertutup bayangnya sendiri — 96 persen gelap total — tapi tidak seorang pun di sini melihatnya. Posisi geografis, kata para ahli, membuat kita tidak kebagian tontonan kosmik itu. Lucunya, kita sama sekali tidak peduli. Kita terlalu sibuk berlari ke arah yang tidak jelas untuk meluangkan waktu mengangkat kepala. Kesibukan, rupanya, adalah cara modern mengucilkan diri dari fenomena besar yang terjadi di depan mata — atau di belakang langit, tergantung interpretasi.
Perhatian kita, yang sepertinya tak terbatas karena terus berdering dan berbunyi, sebenarnya semakin sempit. Kita sibuk dengan something, terus-terusan. Email, notifikasi, deadline, target, ekspektasi yang mengalir seperti air yang tidak pernah kering. Tapi apa sebenarnya yang kita kejar? Jika ditanya, banyak yang tidak tahu. Jawaban mereka adalah jawaban yang dengar dari orang lain — sama seperti kita tahu ada gerhana bulan karena membaca berita, bukan karena melihatnya sendiri. Kita hidup di perantaraan, selalu mengejar versi kedua dari kehidupan asli.
Ketenangan itu bukan lawan dari kesibukan. Ketenangan adalah kebijakan untuk berhenti dan bertanya: apakah yang kukejar ini benar-benar di depanku, atau hanya bayangannya saja? Sepanjang hari, kita berlari mengejar cahaya yang dipantulkan, bukan cahaya aslinya. Kita percaya bahwa ketenangan adalah kemewahan orang yang tidak punya pekerjaan. Padahal ketenangan adalah kemampan untuk membedakan antara apa yang benar-benar penting dan apa yang hanya terasa penting karena suara yang tidak pernah berhenti.
Di tengah keramaian, fenomena terbesar sering terjadi di luar jangkauan kita — bukan karena jauh, tetapi karena kita memilih untuk tidak melihat. Gerhana itu terjadi atau tidak terjadi, terlihat atau tidak terlihat, sama sekali tidak mengubah rotasi bumi. Tetapi kita? Kita akan terus berlari, terus sibuk, sampai suatu hari baru menyadari bahwa ketenangan yang kita tolak dulu adalah satu-satunya hal yang benar-benar kita butuhkan — dan saat itu, posisi geografis kehidupan kita sudah tidak memungkinkan untuk melihatnya lagi.