Kita semua tahu masalahnya. Macet, banjir, harga barang naik, dan yang di atas sibuk foto bareng. Tapi setiap kali ada yang protes, jawabannya selalu: "sabar, ini proses."
Yang bikin gondok, kita dipaksa optimis. Dibilang "jangan terus-terusan negatif, lihat yang baik-baik." Sementara fakta di lapangan — antre BBM, anak putus sekolah, KTP mati sinyal — itu semua nyata, bukan karena kita pilih buat lihat. Antara yang digembar-gemborkan sama yang dirasakan itu beda jurang, bukan beda langkah.
Bangsa besar bukan dibangun dari orang-orang yang rela dijual mimpi sambil dilucuti akal sehat. Tapi istilah "bangsa besar" kayaknya emang belum nyampe ke sini — soalnya dari dulu kita masih sibuk nentuin mana yang pribumi dan mana yang bukan.