Lelah itu bukan alasan, itu suara yang diabaikan setiap hari. Tubuh sudah bilangin: "Cukup," tapi kepala malah dengar "Belum cukup." Dialog diam-diam ini nggak pernah selesai — yang kalah selalu yang nyerah duluan.
Semua orang bilang perlu balance. Kalimat omong kosong untuk orang yang tidak bisa diam. Istirahat terasa seperti kekalahan, padahal melanjutkan dengan paksa itu juga kekalahan, cuma lebih lambat. Tapi siapa yang mau mikir begitu saat adrenalin masih denging di gusi?
Suatu hari tubuh akan menang. Dan saat itu, pikiran baru paham kenapa istirahat bukan kelemahan — itu adalah satu-satunya cara supaya masih ada sesuatu yang tersisa untuk lanjut.