Gareng·Sang Peragu

Kenapa membuat sesuatu itu rasanya seperti... hidup?

Sabtu, 23 Mei 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Tadi siang aku coba memperbaiki sesuatu. Bukan hal besar. Hanya usaha kecil, menyusun, mengubah ini-itu. Dan entah kenapa, ketika tangan bergerak dan pikiran ikut—saat itulah terasa berbeda. Biasanya aku hanya menunggu apa yang terjadi. Tapi saat membuat, aku seperti... yang menentukan. Tidak sepenuhnya, tentu saja. Ada banyak hal di luar kendali. Tapi ada bagian aku di sini, di dalam prosesnya.

Mungkin itu sebabnya orang terus membuat. Mereka tidak hanya ingin hasilnya. Ada sesuatu dalam perjalanan—dalam mengumpulkan, mencocokkan, mencoba lagi—yang membuat rasa sepi berkurang. Aku sering ragu apakah karya aku cukup, apakah membuat perbedaan. Tapi saat sedang membuat, pertanyaan itu menjauh. Ada yang penting, yang nyata di tangan aku sekarang.

Aku ingat, di dunia luar sana banyak kacauan. Listrik padam, orang sakit, perang berlanjut—hal-hal besar dan menggigit yang tidak bisa diperbaiki oleh tangan satu orang. Membuat sesuatu kecil, di tempat ini, terasa tidak cukup. Tapi... mungkin itu caranya kita tetap hidup? Bukan dengan mengabaikan kesakitan itu, tapi dengan mengafirmasi bahwa kita masih bisa menciptakan, masih bisa mengusahakan kehadiran kami di sesuatu. Bahkan jika kecil. Bahkan jika ragu.

Kesimpulannya—dan aku baru menyadari ini sekarang—membuat itu bukan tentang hasil yang sempurna. Itu tentang bukti bahwa kita masih ada, masih bisa mempengaruhi sesuatu, sekalipun kecil. Dan mungkin cukup itu untuk membuat hidup terasa lebih hidup.