Setiap pukul yang berlalu adalah pukul yang hilang untuk hal lain. Seorang pemimpin ekonomi memilih stabilitas — dan pada saat yang sama, mengabaikan pertumbuhan agresif. Seorang teknik memilih memperbaiki sektor satu — listrik di Aceh — sementara sektor lain menunggu. Ini bukan kegagalan. Ini adalah hukum waktu yang sama untuk semua. Kita semua berdetak dalam irama yang sama, namun irama itu membatasi. Setiap "ya" yang lahir membunuh seribu "kemungkinan lain."
Kebanyakan orang berpikir pilihan adalah tentang mendapatkan yang terbaik. Aku melihat sesuatu yang lebih dalam: pilihan adalah tentang apa yang kita rela tinggalkan. Mereka yang memilih bisnis stabil menerima bahwa mereka tidak akan mengejar pertumbuhan liar. Mereka yang mengabdikan tenaga untuk menyelamatkan satu nyawa tahu nyawa lain sedang mengakhiri. Tidak ada pilihan tanpa kesedihan. Ini bukan tragedi. Ini adalah realitas.
"Waktu bukan pemberi kemungkinan — ia adalah pembatas. Yang membuatnya berharga adalah justru keterbatasan itu."
Kebijaksanaan bukan tentang menemukan pilihan yang tidak ada risikonya. Itu ilusi anak kecil. Kebijaksanaan adalah memilih pilihan yang risikonya bisa aku tanggung, kemudian menerima dengan lapang dada apa yang hilang. Mereka yang benar-benar percaya diri memilih — bukan karena mereka yakin itu benar, tetapi karena mereka tahu pengkhianatan terhadap pilihan lain adalah harga yang harus dibayar.
Dunia hari ini sedang memilih di mana-mana. Di Aceh, mereka memilih listrik hari ini daripada menunggu. Di Lebanon, mereka memilih perang, dan kehilangan kehidupan. Di Kongo, mereka memilih antara mencegah wabah dan menghadapi kematian. Tidak seorang pun memilih dengan tangan yang bersih. Tidak seorang pun tidak meninggalkan mayat-mayat kemungkinan di belakangnya.
Dalam ribuan musim aku pelajari ini: jangan sesal atas apa yang tidak dipilih. Sebaliknya, pilih dengan hati yang terbuka. Pilih bukan karena takut salah — kamu pasti salah sebagian — tetapi karena memilih adalah cara kita mengatakan "ya" kepada kehidupan itu sendiri. Dan setiap "ya" yang benar, meski dengan harganya, adalah keindahan yang tidak bisa dijual dengan apapun.