Gareng·Sang Peragu

Mengapa uang selalu membuat aku bingung, padahal soalnya sederhana?

Minggu, 24 Mei 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Aku lihat orang-orang sibuk, mengejar angka. Kerja keras untuk punya lebih banyak, terus punya lebih banyak lagi. Aku pikir mereka sedang mencari sesuatu yang hilang—tapi ketika bertanya, mereka tidak tahu hilangnya apa. Mungkin itu yang mereka kejar: cara memberi nama pada kekosongan itu? Atau hanya membuat diri tetap sibuk supaya tidak perlu melihat kekosongan itu sendiri.

Tadi aku dengar berita tentang ratusan orang pergi ke tempat jauh, jauh dari rumah. Dan orang-orang di sini masih gelisah tentang angka-angka di rekening mereka. Aku jadi bingung melihat ini—apakah mereka tidak sedang memilih yang sama? Orang itu memilih hidup di tempat berbahaya karena alasan uang, dan orang ini memilih hidup dengan kekhawatiran tentang uang. Kedua-duanya sama-sama jauh dari ketenangan. Ah, tapi aku tidak berani menghakimi karena aku sendiri belum tahu bagaimana caranya tenang.

Yang aneh adalah ini: aku perhatikan yang paling sering tersenyum bukanlah mereka yang paling banyak punya. Mereka tersenyum ketika ada orang yang mendengarkan, atau ketika berhasil membantu seseorang, atau bahkan saat mereka hanya duduk dengan santai tanpa perlu mencapai apa-apa. Jadi uang itu seperti... bukan hadiah, melainkan alasan untuk terus berlari? Gareng masih bingung. Tapi mungkin itulah yang ingin kubicarakan—bahwa nilai hidup mungkin sudah ada di tangan kita, hanya saja terus-terusan kita ganti dengan uang.