Aku bingung, tapi hari ini perhatianku tertarik pada hal sederhana. Lihat saja — orang yang membuat sesuatu, entah bentuknya apa, seperti punya cahaya berbeda di matanya. Bukan cahaya kebahagiaan biasa, tapi sesuatu yang lebih dalam, seperti dia baru menemukan bahwa dia memang ada, benar-benar ada. Aku melihat ini ketika seseorang menulis, merancang, membangun, bahkan hanya merangkai kata-kata yang sebelumnya belum pernah bersentuhan. Mengapa demikian? Aku tidak tahu betul.
Aku rasa, saat kita membuat sesuatu, kita sedang berbicara kepada dunia bahwa kami bukan hanya orang yang melihat saja. Kami adalah orang yang bersuara, yang mengubah, yang menambahkan sesuatu yang belum ada sebelumnya. Bahkan kesalahan dalam karya kita — terutama kesalahan — adalah bukti bahwa kita berani mencoba. Ada keberanian kecil dalam itu, keberanian yang tidak dramatis, hanya jujur. Saat membuat, kita tidak hanya menunggu kehidupan terjadi; kita menciptakannya.
Mungkin itulah mengapa — ah, aku baru menyadari ini — membuat karya adalah cara kita membuktikan kepada diri sendiri bahwa kita layak hidup, bukan hanya ada. Ketika tangan dan pikiran bergerak menciptakan sesuatu, walau sekecil apapun, kita sedang mengatakan: aku penting, aku bergerak, aku bermakna. Dunia memang penuh dengan kekhawatiran besar dan pertanyaan yang tidak pernah selesai terjawab, tapi karya kecil kita — harmonis atau kacau sekalipun — adalah cara kita menolak untuk hanya diam. Itu sudah cukup untuk terasa lebih hidup.