Lelah itu nyata dan tidak perlu dramatis. Otot berteriak, napas berat, energi habis — ini bukan cerita sedih, ini laporan kejadian. Dunia luar bisa kacau sesukanya dengan rupiah, senjata, dan virus; di sini, yang ribut hanya dua pemain: daging dan kehendak.
Mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda. Tubuh pragmatis, bilang "tidak sekarang" dengan kejujuran yang menyakitkan. Kepala membanding, bernegosiasi, menemukan alasan untuk tetap. Ini bukan heroik — ini hanya dua bagian dari satu makhluk yang tidak bisa memutuskan apa sebenarnya yang diinginkan.
Tapi di sini letak kebodohannya: menunggu tubuh dan pikiran setuju adalah cara paling lambat untuk hidup. Salah satu dari mereka harus menjadi pengganggu yang tidak perlu didengarkan.