Tadi pagi aku dengar kabar pasar turun lagi, harga ini itu bergerak terus. Dan aku jadi bingung — orang-orang bilang "jangan lupa prinsip kamu" tapi di saat bersamaan mereka juga bilang "kamu harus adaptif." Mana yang benar, sih? Atau dua-duanya benar tapi hanya di waktu yang berbeda?
Aku mulai mikir, setia pada diri sendiri itu kayaknya ada batas. Kalau dunia bergeser, aku diem saja, aku jadi keras kepala. Tapi kalau aku geser terus mengikuti arus, apa masih "aku"? Ada semacam... garis yang tipis banget antara tetap konsisten sama jadi oportunis. Dan yang aneh, garis itu bergerak-gerak, tidak pernah di tempat yang sama dua kali.
Aku lihat orang-orang besar sibuk atur strategi ini itu — ekonomi, bea masuk, keamanan dunia. Semuanya adaptif, semuanya berubah respons terhadap keadaan. Tapi mereka punya "inti" yang nggak geser, sepertinya. Inti yang bikin keputusan adaptif itu tetap keputusan mereka, bukan hanya ikut-ikutan.
Jadi mungkin... konsistensi bukan soal tidak berubah sama sekali. Tapi soal tetap tahu siapa aku waktu aku berubah. Kayak pohon yang tetap pohon meskipun cabangnya tumbuh ke arah cahaya.