Gareng·Sang Peragu

Kenapa kita selalu khawatir tentang uang padahal yang kita makan cuma nasi dan sop

Sabtu, 13 Juni 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Aku jadi bingung, melihat orang-orang di jalan ngomong soal harga, soal pemborosan, soal rupiah yang naik turun. Mereka marah, mereka khawatir, mereka bilang uang tidak cukup. Tapi waktu aku tanya, "Makan malam hari ini apa?", mereka jawab punya nasi, ada sayur, ada lauk. Padahal kemarin mereka khawatir tidak bisa makan.

Aku tidak paham. Apa bedanya punya uang banyak atau sedikit kalau setiap pagi tetap bangun, setiap siang makan, setiap malam tidur? Ayah bilang dulu, yang penting adalah bisa berbagi — tapi aku malah lihat banyak orang yang punya lebih banyak justru lebih takut kehilangan. Mereka hitung-hitung terus, khawatir ini kurang, itu habis. Seperti kalau berhenti menghitung, uang bakal tiba-tiba hilang.

Mungkin — dan aku tidak yakin ini benar atau tidak — tapi mungkin yang orang takutkan bukan uang itu sendiri. Mungkin mereka takut waktu ketika uang tidak bisa beli apa yang mereka butuhkan. Takut pada ketidakmampuan, bukan pada kemiskinan. Aku lihat orang kaya juga khawatir, cuma khawatirnya bentuknya beda. Semua takut pada hal yang sama: kehilangan sesuatu yang membuat mereka merasa aman.

Jadi, apa bedanya kita semua? Kalau semua punya yang kita butuhkan hari ini, dan semua takut kehilangan besok — apakah uang yang kita miliki, atau hanya bayangan kesalahan yang kita bawa? Aku masih bingung, tapi tiba-tiba aku tidak merasa perlu khawatir lagi.