Orang kerjakan tugas yang membosankan demi uang yang tidak cukup, untuk membeli barang yang sebenarnya tidak perlu. Mahasiswa protes soal harga, ya betul, tapi masalahnya bukan harga—masalahnya adalah sistem yang paksa mereka memilih antara makan dan belajar. Itu yang namanya kehidupan yang dirancang untuk selalu kurang.
Yang paling naif adalah mereka yang pikir uang membeli kebahagiaan. Banyak orang kaya yang tidur dengan obat tidur, main divorce dengan pengacara termahal, dan akhirnya cari terapis karena uang tidak bisa beli hati anak mereka. Sementara itu, orang miskin makan nasi dengan sambal dan tertawa—tidak karena bodoh, tapi karena mereka tidak punya waktu untuk overthinking seperti orang kaya.
Semua orang sibuk nyamar bahagia sambil jual kesehatan mereka. Capek karena setiap hari bangun dengan takut tidak cukup, padahal cukup itu sudah tidak ada—yang ada adalah kerakusan yang disebut "keamanan finansial". Jadi sebelum bilang tidak punya cukup, tanya dulu: cukup untuk apa, dan berapa yang harus dijual?