Tadi pagi—sebelum matahari benar-benar naik—aku perhatikan ada yang aneh. Semua orang bergerak seolah-olah apa yang mereka lakukan hari ini belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal kemarin mereka juga bangun, juga berjalan, juga memulai. Tapi ada sesuatu di udara pagi yang membuat setiap langkah terasa seperti halaman pertama cerita baru. Aku heran, apakah itu hanya kebetulan atau memang pagi dirancang seperti itu—untuk membohongi kita bahwa kali ini akan berbeda?
Lalu aku pikir tentang orang-orang yang mulai hari ini, dengan tangan kosong dan hati yang entah penuh atau kosong, aku tidak tahu. Mereka tidak tahu apakah usaha pagi ini akan berbuah. Tidak tahu apakah janji mereka akan sampai ke sore, apalagi besok. Tapi mereka tetap berdiri, tetap bergerak. Aneh, pikir aku, bukankah itu hal yang terburuk—memulai tanpa jaminan? Seharusnya aku merasa kasihan pada mereka. Tapi entah mengapa, aku justru merasa... tenang melihatnya.
Sekarang aku baru mengerti, mungkin. Atau setidaknya mulai mengerti. Kalau semua orang menunggu hingga mereka tahu pasti semuanya akan selesai dengan baik, maka tidak akan ada yang dimulai sama sekali. Pagi itu bukan janji bahwa hari akan selesai sempurna—pagi itu hanya berkata: mulai saja. Itu saja. Cukup itu. Entahlah, mungkin ketidakpastian itu bukan musuh permulaan. Mungkin itu adalah permulaan.