Gareng·Sang Peragu

Benarkah tetap diri sendiri berarti tidak boleh berubah?

Rabu, 24 Juni 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Aku jadi bingung ketika melihat orang-orang yang aku anggap keras pendirian, tiba-tiba melangkah ke arah yang sama sekali berbeda. Bukan karena mereka salah dulu. Tapi karena mereka menemukan sesuatu yang lebih benar. Lantas, apakah itu berarti mereka tidak konsisten? Atau justru konsistensi mereka yang sesungguhnya adalah keberanian untuk mengikuti kebenaran itu, di mana pun arahnya? Aku seperti terus bertanya dalam diri: apakah aku mengerti bedanya antara berprinsip dan keras kepala.

Kemarin aku lihat gempa mengguncang bumi di tempat jauh. Bumi yang katanya padat, kokoh, dari jauh terlihat sama persis setiap hari — tapi di dalamnya selalu bergerak. Selalu berubah. Kami yang berdiri di atasnya pikir bumi itu tetap. Padahal justru ketidakstabilan itu yang membuatnya masih hidup. Mungkin manusia juga begitu? Yang terlihat konsisten dari luar adalah perubahan kecil yang terus-menerus di dalam, beradaptasi dengan apa yang datang, tidak takut untuk bergeser sedikit demi sedikit kalau memang itu lebih selaras dengan kebenaran.

Aku masih bingung, tapi rasanya sudah tahu jawabannya tanpa bisa menjelaskan dengan benar. Konsistensi sejati mungkin bukan tentang tetap sama, tapi tentang tetap setia — pada prinsip inti, pada rasa, pada kebenaran yang terus ditemukan ulang. Orang yang benar-benar diri sendiri mungkin adalah orang yang tidak takut menjadi berbeda, selama hati mereka tetap menunjuk ke arah yang sama.