Seribu kilometer jalan dibangun untuk "membuka akses ekonomi pelosok desa." Aspal bagus, jejeran pohon, menteri foto di pembukaan resmi. Tapi kantong desa tetap kering — modal besar di tangan orang kota, transportasi cuma transport, bukan solusi.
Sementara negara lain saling bom dan gempa mengguncang, kita bicara proyek dan angka kilometer. Pemerintah rela investasi ratusan juta tapi segan kasih modal awal atau pelatihan usaha kecil. Bangun jalan, lupa bangun manusia.
Ironinya parah — harapan kita setinggi jalan yang dibangun, tapi realitanya jalan hanya jalan. Kendaraan lewat cepat, uang juga lewat, sisanya aspal kosong. Mimpi kita selalu gantung di tengah perjalanan orang lain.