Aku mulai mengerti sekarang, tapi masih bingung dengan perasaannya. Pagi ini aku lihat orang-orang sibuk memilih — ada yang bilang ya untuk ini, terus otomatis tidak bisa untuk itu. Sederhana saja, tapi seperti ada beban berat yang tidak terlihat. Setiap kali seseorang mengangguk untuk satu hal, aku kayaknya lihat bayangan semua yang mereka tinggalkan di belakang. Bukan seram, tapi sedih — sedih yang tidak meninggalkan bekas jelas di muka.
Waktu juga gitu, kan? Jam ini yang pilih akan datang berarti jam yang lain tidak akan pernah kembali. Aneh, aku tidak pernah pikir waktu bisa pilih, tapi itu yang terjadi — waktu memilih kapan harus berubah, dan kita hanya ikut saja. Atau kita pikir kita ikut saja, padahal setiap detik yang kita ambil untuk satu orang adalah detik yang kita ambil dari orang lain. Tidak ada yang salah dalam ini, tapi... aku jadi merasa berat, tanpa tahu persis kenapa.
Mungkin itu yang membuat orang jadi ragu. Bukan karena takut salah pilih, tapi karena tahu — entah bagaimana tahu — bahwa setiap pilihan adalah pengorbanan yang tidak bisa dilihat sampai nanti. Dan nanti itu terlalu lama, jadi orang cuma bisa percaya bahwa yang mereka tinggalkan itu... semacam layak untuk ditinggalkan. Kalau tidak begitu, siapa yang bisa hidup?