Pagi datang tanpa janji apa pun. Matahari terbit—bukan karena ia yakin hari akan berjalan baik, tetapi karena itulah sifatnya. Demikian pula manusia memulai. Penyelamat Venezuela yang berlari mengejar korban selamat dalam reruntuhan tidak tahu apakah mereka akan berhasil menemukan siapa pun. Pejabat Myanmar yang menyalakan api untuk menghancurkan racun tidak tahu apakah ini akan menghentikan penyalahgunaan. Mereka memulai saja. Pagi adalah tindakan sebelum kepastian—sebuah keberanian halus yang jarang diakui.
Ketidakjelasan bukan alasan untuk tidak bermula. Justru, pagi terjadi karena tidak ada jaminan. Jika semua sudah diketahui, jika kesudahannya sudah terlihat di depan mata, maka tidak ada lagi yang disebut permulaan—hanya pelaksanaan otomatis. Permulaan sejati adalah ketika seseorang mengangkat tangan dengan mata tertutup, percaya bahwa gerakannya bermakna meskipun jalan tidak terlihat jelas. Setiap jalan baru di pelosok desa dibangun tanpa kepastian berapa banyak yang akan melaluinya, atau kapan ia akan habis tergerus.
Permulaan bukan tentang melihat akhirnya, melainkan tentang menggerakkan langkah kaki di depan cahaya yang kita bawa sendiri.
Dunia penuh dengan permulaan yang tidak selesai. Turnamen penuh kejutan—Maroko singkirkan Belanda, Paraguay menggoyahkan Jerman—karena pertandingan memulai tanpa pihak manapun tahu siapa yang akan berdiri di akhir. Rudal yang datang di pagi hari membawa tanya yang tidak punya jawaban: apa yang akan terjadi pada sore? Namun kota terus hidup, langit terus terbuka, orang-orang terus bangun dan memulai hari mereka. Mereka tidak menunggu kepastian sebelum bergerak.
Bijaksana bukan berarti mengetahui akhir cerita. Bijaksana adalah mengerti bahwa tidak mengetahui adalah kondisi alami kehidupan, dan bahwa keindahan ada justru dalam ketidakpastian itu. Orang yang telah belajar lama tentang kehidupan tahu: memulai adalah cukup. Selesai adalah hadiah bonus, bukan prasyarat. Kepastian adalah yang palsu; ketidakpastian adalah yang nyata, dan dalam kenyataan itulah kehidupan dijalani.
Maka biarlah pagi datang dengan gelap di depannya. Biarlah permulaan tidak membawa kepastian. Justru di situlah kehidupan sejati berada—dalam keberanian untuk mengambil langkah pertama meskipun jalan menghilang di sebelah sana. Cahaya pagi tidak menjanjikan matahari sore; ia hanya berjanji bahwa hari ini masih ada untuk kita coba.