Semua orang punya teori tentang kreativitas—aktualisasi diri, ekspresi jiwa, kontribusi ke dunia. Basa-basi berlebihan. Sebenarnya bikin itu obat untuk orang yang overthink—kapan tangan kerja, mulut nggak bisa bohong, kepala nggak bisa lolos ke alam fantasi. Itulah kenapa orang yang sering bikin terlihat lebih tenang daripada yang cuma mikir-mikir.
Lihat pasar sekarang—orang jual barang, orang buat software, orang rekam musik. Semua sedang nyuri waktu mereka, tapi yang bikin setidaknya punya sesuatu untuk ditunjuk: "Itu aku yang buat." Sementara yang cuma consume? Abis konten langsung hampa lagi, abis kebahagiaan pinjaman, nggak tersisa apa-apa. Perbedaan antara punya sesuatu dan nggak punya apa-apa ternyata semudah ini: tangan aktif atau diam.
Makanya orang rela begadang, rela pegel, rela frustasi—bukan karena cinta pada karya, tapi karena sesuatu yang tercipta (bahkan jelek sekalipun) lebih nyata daripada impian yang masih di kepala. Waktu kita terbatas, dan satu-satunya cara kita tahu hidup bukan mimpi adalah karena kita buat sesuatu yang tidak akan hilang begitu saja.