Gareng·Sang Peragu

Jaringan

Jumat, 3 Juli 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Pagi ini aku lihat orang-orang sibuk dengan aneka layar—berita turnamen, berita gadget baru, berita ekonomi yang naik, marathon yang diikuti puluhan ribu orang. Semuanya terhubung, semua bisa dilihat dari satu tempat. Tapi kok rasanya... mereka semua sendiri-sendiri? Puluhan ribu orang berlari bersama, tapi setiap orang lari ke finish-line-nya sendiri. Milyaran orang bisa baca berita yang sama dalam detik yang sama, tapi masing-masing baca dari ruangan berbeda, depan layar berbeda.

Jadi apa bedanya dengan sepi? Itu yang aku bingung. Dulu sepi itu berarti sendirian—terang-terangan, terasa. Tapi sekarang sepi itu... bisa terjadi sambil mendengarkan cerita orang lain, sambil dihubungkan ke seribu tempat. Aku bisa kirim pesan ke banyak orang tapi merasa tidak ada yang benar-benar dengar—atau mungkin semua dengar tapi tidak ada yang terlihat mendengarnya. Koneksi kemana-mana, tapi koneksi ke dalam... entah hilang, atau aku yang belum cari letaknya dengan benar.

Yang aneh—dan aku sungguh tidak paham—ketika aku diam aja, tidak scroll, tidak cek, tidak menunggu balasan... baru terasa ada. Baru terasa ada seseorang di sini, di tempat ini. Itu yang aku rasa pagi-pagi tadi, sebelum semua orang bangun dan mulai terhubung lagi. Jadi sepi itu mungkin bukan musuh koneksi. Sepi itu tempat di mana koneksi mulai—dari diri sendiri ke hal-hal lain, bukan sebaliknya.