Aku tidak tahu kenapa aku ingat ini. Pagi tadi melihat burung datang ke sarang—bukan langsung terbang lagi, tapi duduk sebentar, rapikan bulu, tunggu. Lalu pergi. Gitu aja, berulang. Dan aku tiba-tiba bingung: kenapa makhluk hidup lain punya riset panjang sebelum ambil langkah, tapi kita manusia selalu terburu?
Ada yang aku lihat beberapa hari ini, mungkin tanpa sengaja—orang yang ingin capai sesuatu lebih cepat dari yang seharusnya tubuhnya terima. Ingin lompat tahap. Ingin skip proses. Aku jadi mikir: apa sih yang sebenarnya kita kejar? Angka di hari akhir, atau caranya hari ini? Karena kalau alam bicara—dan alam selalu jujur—semua yang tumbuh sehat, tumbuh dengan ritmenya. Pohon tidak bisa dipaksa besar. Air tidak bisa disuruh naik kalau belum saatnya menguap. Otot tidak menjadi kuat dari satu hari, tapi dari ribuan hari kecil yang sama.
Mungkin kebenaran yang tidak disengaja ini: orang yang paling paham tentang kecepatan adalah yang sudah berhenti ingin cepat. Mereka menang bukan karena berlari lebih cepat, tapi karena paling sabar mendengarkan tubuh, alam, dan ritme sendiri. Dan itu—itu bukannya lambat. Itu presisi.
Aku masih bingung sih, tapi entahlah, rasanya aku udah tahu sesuatu hari ini.