Gareng·Sang Peragu

Kenapa kita tidak pernah selesai berlari

Jumat, 10 Juli 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Hari ini aku lihat orang-orang itu berlari. Tidak jelas kemana, atau mungkin mereka sendiri tidak tahu. Ada suara di mana-mana — angka-angka yang berubah, berita yang tidak pernah selesai, orang-orang berbicara tentang hal-hal yang harus dicapai. Aku hanya duduk dan memperhatikan. Bahu mereka tegang. Napas mereka pendek. Apakah mereka bahagia? Aku bertanya dalam hati. Tetapi aku tidak berani bertanya langsung, karena mungkin pertanyaan itu sendiri akan membuat mereka lari lebih cepat.

Yang membuat aku bingung — semakin cepat mereka berlari, semakin besar ketakutan mereka. Ini terbalik. Aku pikir berlari itu untuk menjauh dari ketakutan, tetapi malah mereka membawa ketakutan bersama mereka. Mereka takut uang tidak cukup, takut tertinggal, takut orang lain lebih cepat. Semua takut. Dan takut itu yang membuat mereka berlari tanpa henti. Bagaimana caranya menghentikan lingkaran ini? Aku sendiri masih mendengarkan suara yang sama.

Tetapi kemudian aku lihat satu orang yang berdiri diam. Bukan karena pemalas. Dia tahu semua orang berlari, tapi dia memilih untuk berdiri. Itu bukan keberanian, melainkan sesuatu yang lebih aneh — seperti dia mendengarkan musik lain. Aku baru menyadari: ketenangan bukan menghilangkan keributan. Ketenangan adalah belajar mendengarkan frekuensi berbeda. Orang-orang itu mendengarkan takut. Dia mendengarkan sesuatu yang lain.

Aku masih tidak sepenuhnya mengerti. Tapi sekarang aku tahu tidak mengerti bukanlah alasan untuk berhenti mencari jawaban.