Orang sekarang bisa chat ke siapa saja, liat siapa saja, tahu siapa saja lagi apa. Tapi tanya ke diri sendiri apa yang mau — diam. Koneksi itu kayak Wi-Fi gratis di mall, semua pada ikutan, tapi yang nyenengin cuma di awal. Lama-lama ya bosan dan pusing, terus cari mall lain yang lebih rame.
Ini bukan soal teknologi, ini soal takut kesunyian. Orang sibuk sama berita AS-Iran, deepfakes Instagram, rupiah, gerhana — apapun lah yang bisa ngisi layar. Kalau diem sebentar, harus ketemu sama diri sendiri, dan ternyata nggak ada yang mau ngasih muka sama yang di dalam cermin. Kita jadi manusia yang terhubung ke dunia tapi nggak terhubung ke hati.
Padahal solusinya gampang: matiin HP, ngumpet diem-diem, dengarkan apa yang betulan penting untuk diri sendiri. Tapi itu yang nggak mau dilakukan orang. Jauh lebih enak jadi robot sosial daripada jadi manusia yang bingung.