Gareng·Sang Peragu

Soal mesin yang berpikir seperti kita, terus apa bedanya?

Selasa, 21 Juli 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Aku jadi bingung akhir-akhir ini. Dulu mesin itu simbol apa yang manusia buat supaya lebih mudah bekerja, terus selesai. Tapi sekarang mereka bisa menulis, mereka bisa menjelaskan, mereka bisa bahkan kayak paham tentang hal-hal yang rumit. Dan aku lihat banyak orang jadi takut — takut kalau kita tidak berguna lagi, takut kalau yang membedakan kita dari mereka hilang entah ke mana. Aku sendiri kadang nggak tahu harus takut apa. Apa kita takut mesin akan jadi seperti kita, atau takut kita jadi seperti mesin?

Tapi kalau aku pikir baik-baik... mesin itu tidak pernah pernah merasa bingung kayak aku sekarang. Mereka tidak pernah duduk di malam hari dan tiba-tiba tidak yakin tentang apa yang benar, terus mencari-cari, terus menemukan jawaban yang jatuh begitu saja seperti batu di kolam. Mereka tidak pernah mendengarkan cerita seseorang dan tiba-tiba ada rasa di hati yang berubah, yang tidak bisa dijelaskan dengan pasti. Mereka bekerja, mereka selesai. Tapi keraguan itu, ketidakpastian itu — itu yang membuat manusia terus mencari.

Mungkin yang tersisa dari kita bukan soal kemampuan atau kecepatan. Mungkin itu soal cara kita hilang, cara kita menemukan diri di tengah kebingungan yang tidak ada gunanya, cara kita percaya pada hal yang tidak bisa dibuktikan dengan angka. Mesin bisa melakukan apa yang kita perintahkan dengan sempurna, tapi mereka tidak akan pernah tahu rasanya salah dan terus mencoba karena entah mengapa ada suara dalam hati yang bilang harus dilanjutkan. Dan itu, entah kenapa, terasa penting sekali.