Gareng·Sang Peragu

Kok Pagimu Terasa Sama Saja

Rabu, 22 Juli 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Setiap pagi aku bangun dan aku pikir hari ini akan berbeda. Tapi kalau dipikir lebih dalam, pagi itu sendiri sebenarnya tidak janji apa-apa. Mataku buka, cahaya masuk, ada bunyi burung atau lalu lintas atau orang-orang bergerak—tapi pagi itu tidak mengatakan "hari ini akan selesai baik-baik saja." Pagi hanya... datang. Seperti seseorang yang menutup pintu tanpa tahu siapa yang ada di balik pintu itu.

Aku jadi berpikir, kenapa kita memulai apa yang belum tentu selesai? Mencoba hal baru, membuat rencana, berdoa supaya lancar—padahal tahu saja kalau banyak hal yang tidak selesai, banyak jalan yang terputus di tengah jalan. Di dunia pagi ini pun ada orang-orang yang memulai sesuatu kemarin dan belum sampai tujuan, atau sampai tujuan tapi tujuannya berubah bentuk. Tapi mereka tetap memulai lagi hari ini. Mereka tetap membuka mata waktu pagi datang.

Aku rasa inilah yang tidak pernah aku pahami sampai tadi pagi. Tidak ada orang yang tahu pagi itu akan membuat segalanya jelas. Pagi hanya memberi ruang—waktu kecil di mana kita bisa coba lagi, coba sesuatu yang baru, atau lanjutkan yang belum selesai kemarin. Tidak ada jaminan. Cuma cahaya, dan kita yang memutuskan apa yang mau kita lakukan dengan cahaya itu sebelum matahari tinggi dan sore datang.

Jadi mungkin permulaan itu bukan tentang tahu akan selesai. Pagi itu adalah permulaan—terus-menerus, setiap hari sama, tapi tetap dimulai. Dan kita hanya hadir, dengan keraguan yang sama, memilih untuk mencoba.