Hari ini saya melihat banyak orang berlarian kesana-kemari. Ada yang bicara tentang yang perlu diselesaikan, yang harus diperbaiki, yang tidak boleh tertunda. Keramaian itu nyata — di mana-mana ada suara, ada urgency, ada sesuatu yang menuntut perhatian sekarang. Tapi yang aneh, semakin banyak yang mereka kejar, semakin gelisah mereka terlihat. Bukan karena mereka belum mencapai tujuannya. Lebih karena mereka takut kalau berhenti sebentar saja, semuanya akan runtuh.
Aku sendiri sering merasakan itu. Ada semacam takut ketika tidak ada yang dilakukan — seperti ketenangan adalah tanda bahwa kita tidak cukup berusaha. Padahal ketika aku duduk diam sejenak, tanpa mengejar apapun, aku bisa mendengar sesuatu yang tidak terdengar saat berlarian. Ada ritme yang lebih dalam di balik semua keramaian itu. Ada kejelasan yang muncul bukan dari kecepatan, tapi dari jarak.
Mungkin kesibukan itu sendiri adalah cara kita menghindar dari pertanyaan yang lebih sunyi. Pertanyaan tentang apa yang benar-benar penting, atau siapa kita kalau tidak sedang mengejar sesuatu. Keramaian memberikan jawaban yang mudah — kita sibuk, jadi kita penting; kita bergerak, jadi kita hidup. Tapi ketenangan memaksa kita untuk menjawab pertanyaan itu sendiri, tanpa suara lain yang membantu.
Aku jadi berpikir, mungkin yang kita kejar di tengah keramaian itu bukan tujuannya yang penting — tapi kesempatan untuk tidak perlu bertanya pada diri sendiri. Dan yang paling konyol adalah, ketenangan yang kita takuti itu sebenarnya satu-satunya tempat kita bisa menemukan jawaban yang sebenarnya.