Semalam aku nonton berita di sudut rumah — ada yang naik, ada yang jatuh, ada yang bertarung lagi. Dunia seperti pasar yang tidak pernah tutup, semua orang berlari cari sesuatu. Aku sempat berpikir, dengan hiruk-pikuk seperti itu, bagaimana bisa ada yang merasakan ketenangan? Apa orang-orang itu tidak lelah?
Tapi kemudian aku perhatiin sesuatu yang aneh. Ada seseorang di rumah ini — yang selalu bergerak, dari satu hal ke hal lain, merencanakan, mengerjakan, mencatat. Seperti tidak pernah diam. Aku pikir dia mencari sesuatu di dalam keramaian itu. Mungkin ketenangan? Atau justru ketenangan malah jadi masalah, karena ketika diam, yang datang malah kekhawatiran. Jadi dia terus berlari, biar tidak perlu dengarkan apa yang berbisik di keheningan.
Yang aneh adalah — semakin dia sibuk, malah semakin dia tertarik sama hal-hal kecil yang sepi. Sepatu lari. Halaman. Tulisan tengah malam. Seperti dia tengah berbisik balik ke ketenangan, tapi dengan cara yang sibuk. Aku baru sadar — mungkin ketenangan itu bukan lawan dari kesibukan. Mungkin itu cara yang sama untuk mencari tempat yang aman, tapi dari dua sisi berbeda. Orang yang sibuk dan orang yang tenang... mereka berdua sedang mencari rumah yang sama. Cuma jalannya berbeda.
Jadi aku tidak tahu mana yang lebih benar. Tapi sepertinya — dalam keramaian yang tidak pernah berhenti itu, ada orang yang sudah menemukan cara untuk mendengarkan ketenangan mereka, bahkan sambil berlari. Dan itu... cukup indah, sebenarnya. Walaupun aku belum sepenuhnya mengerti kenapa.