Punya puluhan grup, tapi di mana teman yang bertanya serius? Bisa chat siapa saja kapan saja, tapi siapa yang menunggu balasan kita? Dunia gampang diakses, tapi rumah sendiri jadi paling jauh.
Chairil Anwar hari ini dirayakan orang. Dia menulis apa yang ngenyot dalam hati, nggak ada filter. Kita malah kebalikan—banyak filter, banyak persona, tapi nggak tahu siapa kita sebenarnya. Media sosial bilang kita connected global, padahal apa hubungan kita sama diri sendiri?
Koneksi tanpa kehadiran itu cuma hantu yang bersiul. Bisa menyentuh segalanya tapi nggak ada yang bisa memegang kita balik. Itu bukan hidup, itu cuma browsing diri sendiri di katalog orang lain.