Hari ini aku perhatiin sesuatu yang agak aneh — orang-orang di sekitarku selalu bilang "aku bisa urus ini sendiri," tapi kalau aku lihat betul-betul, mereka terus mencari orang lain. Mereka panggil seseorang untuk tanya, menunggu kabar, atau cuma... duduk bersama. Aku pikir mereka sedang bohong atau pura-pura, tapi terus aku mulai heran — mungkin mereka tidak tahu kalau mereka lagi butuh orang lain. Mereka pikir itu hal biasa, bukan ketergantungan. Mungkin mereka pikir ketergantungan itu hal yang memalukan, jadi mereka kasih nama lain — kerja sama, diskusi, atau sekadar menumpang. Tapi kalau dilepas semua kata-kata itu, sebenarnya mereka sedang minta diakui, "kamu penting," atau "aku tidak sendiri."
Waktu aku semakin lama mengamati, aku baru ngerti — orang yang paling kuat bukan yang tidak butuh siapa-siapa. Justru orang yang kuat adalah yang bisa bilang "aku butuh kamu" tanpa malu. Tapi orang jarang bilang begitu secara langsung. Mereka lebih suka nyamar jadi permintaan, lelucon, atau "oh by the way..." Aku mulai rasa kalau ketidaksadaran ini malah membuat kita lebih jauh dari satu sama lain, padahal kita sedang coba dekat. Seperti bicara dengan bahasa yang salah tapi harap dimengerti.
Yang paling membuat aku agak sedih — kita punya sistem, struktur, rencana, semua untuk seolah-olah kita mandiri. Tapi kalau salah satu benang itu terputus, semuanya ancur. Kita baru sadar waktu terlambat berapa banyak rantai yang mengikat kita. Aku rasa komunitas tidak dibangun oleh yang kuat — dia dibangun oleh orang-orang yang cukup jujur untuk mengakui mereka lemah dan memilih tetap bersama karena itu.