Orang sibuk bukan karena banyak hal, tapi karena takut diam. Diam berarti mikir. Mikir berarti lihat diri sendiri — dan itu jauh lebih nyeri daripada 12 jam kerja berturut-turut. Jadi mereka isi gap dengan apapun: notif, rapat ngak penting, ngobrol hambar — biar otak gak sempat berbisik.
Ketenangan bukan barang diskon di marketplace. Ketenangan adalah saat lu udah cape lari dan terima: gak semua perlu dikejar, gak semua suara penting. Fokus aja ke yang nyata nyentuh hati, sisanya biarkan berlalu — itu udah cukup.
Mereka sebut sibuk itu prestise. Padahal sibuk itu cuma kepanikan pakai kemeja. Orang yang beneran punya arah? Malah punya ruang untuk diam — karena mereka tahu persis apa yang worth it dan apa yang cuma bikin ramai di kepala.