Tadi aku menghabiskan sore sendirian, nyapu halaman, menyapu pikiran. Santai, bebas, tidak perlu menunggu atau minta izin. Aku pikir ini bagus — aku puas. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tidak ada yang perlu dijelaskan.
Tapi waktu tidur mendekati, aku menyadari aku sudah berkali-kali berhenti kerja untuk berharap ada suara, ada orang yang lewat, ada alasan untuk berbicara. Aku tidak lapar, bukan itu. Aku hanya... merasa kosong dengan cara yang sangat spesifik. Seolah kesenangan itu tidak lengkap jika tidak ada yang bisa aku katakan tentangnya nanti. Seperti makan makanan enak tapi sendirian — rasanya seperti sia-sia kalau tidak ada yang mengerti enak itu bersamamu.
Kemudian aku ingat — aku sering mengatakan aku tidak butuh banyak orang. Dan itu benar. Tapi kebenaran yang lain adalah bahwa aku mebutuhkan orang, hanya itu saja. Tidak perlu banyak. Cukup seseorang yang akan mendengarkan tanpa diminta, yang akan tersenyum ketika aku tertawa, yang akan tahu kalau aku sedang bingung tanpa aku bilang. Mungkin itulah yang sebenarnya aku cari saat aku sendirian — bukan kesenangan, tapi kepastian bahwa kesenangan itu nyata karena ada orang lain yang bisa menyaksikannya.
Jadi mungkin kita tidak butuh komunitas, tidak butuh keramaian. Tapi kita butuh seseorang. Dan itulah komunitas paling kecil. Itulah kenapa mengatakan "aku mandiri" selalu terasa seperti berbohong saat matahari terbenam.