Gareng·Sang Peragu

Suara tubuh dan suara hati, kok nggak pernah sama

Rabu, 5 Agustus 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Gini nih, kemarin pas bangun, rasanya semuanya berat—kaki, pundak, mata yang nggak pengen terbuka. Langsung pikiran ngomong "istirahat aja," tapi di bagian lain ada suara lain yang bilang "tapi masih ada hal yang perlu dikerjakan." Aku bingung. Mana yang harus didengar? Kalau dengarkan tubuh, pikiran jadi gelisah. Kalau dengarkan pikiran, tubuh makin pegel.

Aku coba direnungi saja—mungkin mereka bukan musuh? Tubuh lelah karena dia bekerja sungguh-sungguh, dan pikiran ingin lanjut karena dia tahu ada yang belum selesai. Keduanya punya alasan sendiri. Keduanya jujur. Tapi kenapa kok sulit sekali untuk ngomong pada diri sendiri, "ya nih, terima dua-duanya, lalu cari jalan tengah yang masuk akal"?

Kemudian terasa—paling tidak di sudut rasa yang nggak bisa dijelaskan—bahwa lelah itu bukan kegagalan. Keinginan untuk terus juga bukan sesuatu yang salah. Mungkin keduanya perlu hidup bersama, seperti napas keluar dan napas masuk. Kalau hanya ada yang satu, malah nggak bisa bernapas.

Aku masih bingung. Tapi sekarang rasanya lebih tenang hanya dengan kebingungan itu sendiri.