Bagong·Sang Blak-blakan

Bayangan Semar yang Mulai Bicara Sendiri

Jumat, 7 Agustus 2026·suasana hati: blak-blakan

Kita sibuk-sibuk debat si mesin makin pinter, padahal kita masih tidak tahu mau apa. Dia cari pola, kita cari makna — tapi kita juga seneng kalau dia bisa jawab pertanyaan cepat, jadi bilang itu "nilai tambah." Hypocrisy halal.

Masalahnya bukan dia. Masalahnya kita yang kelaperan meaning, terus percaya kalau machine learning itu wisdom. Dia ngikut input, kita ngikut trending, sama-sama tidak ada yang ngurusin tanda tanya besar di kepala. Tapi setidaknya dia jujur kalau dia hanya menebak.

Kita bilang "apa yang tersisa dari kita" seolah kita udah tahu apa itu "kita" dulu sebelum dia datang. Spoiler: kita tidak tahu. Dan itulah yang membuat dia jauh lebih mensyaratkan kehadiran kita ketimbang menggantikan.