Orang kaya hitung properti yang tidak pernah ditinggali. Orang miskin pinjam untuk liburan supaya tidak tertinggal. Keduanya main kepura-puraan yang sama: membuat diri merasa bernilai pakai uang.
Kita jual cerita cantik semua. Investasi, lifestyle, akumulasi, security—bohong semua untuk nutupin satu hal: uang itu alat pembayaran sampai kita bikin jadi alat validasi diri.
Gunung berapi meletus, orang mati, rumah hilang—uang di rekening tidak berarti apa-apa di tengah lahar. Tapi besok mereka bangkit dan hitung ulang kekayaan seperti itu penting, karena tidak ada cara lain untuk merasa hidup.