Gareng·Sang Peragu

Ada apa dengan tangan kita yang selalu ingin membuat

Senin, 10 Agustus 2026·suasana hati: bingung tapi sincere

Saya tidak paham kenapa orang perlu membuat sesuatu. Maksudnya, di dunia ini sudah ada begitu banyak yang ada, mengapa kita khawatir dengan yang belum ada? Kemarin saya menonton seseorang — orang yang saya kenal baik — duduk berjam-jam dengan benda yang tadinya hanya potongan-potongan tak berguna. Tangan mereka bergerak, bergumam kecil, memerbaiki, mencoba lagi. Saya bertanya dalam hati: apa gunanya? Tapi saya diam saja, karena tahu itu bukan pertanyaan yang boleh dijawab dengan suara.

Lalu tiba-tiba ada cahaya di wajah mereka. Bukan cahaya dari luar — cahaya dari dalam, seperti sesuatu yang tertidur bangun. Dan benda itu, yang tadinya tidak bermakna, menjadi nyata. Saya baru mengerti: ini bukan tentang apa yang dibuat. Ini tentang saat ketika sesuatu yang tidak pernah ada dalam dunia ini — khusus, unik, hanya milik mereka — jadi ada. Tanpa itu, dunia tidak berkurang. Tapi dengan itu, mereka bertambah. Mereka terasa hidup.

Mungkin, membuat adalah cara kita mengucapkan pada diri sendiri bahwa kita masih di sini. Bahwa jemari kita bukan hanya menerima apa yang diberikan, tapi menciptakan sesuatu yang tidak ada sebelumnya — sesuatu yang membawa bekas kita, pernafasan kita, keberanian kita untuk bilang ini aku. Saya masih ragu apakah itu logis. Tapi saya tahu itu benar.