Tubuh ini udah ribuan kali bilang "stop", tapi kepala terus nyusun permainan baru. Lelah cuma suara yang didengar, bukan alasan nyata. Perut kosong, mata berat, tapi ada jalan ke depan yang bikin pengen melangkah.
Paling benci sama yang bilang "istirahat dulu" — seolah-olah istirahat merubah apapun. Kalau kita berdiam, kita cuma tinggal. Kepala tahu tubuh rapuh, tapi rapuh bukan lisensi untuk mati diam.
Yang lebih parah? Tubuh ini ternyata mau-mau aja percaya bohong yang diulang setiap pagi.