Kita semua bilang "saya capek", tapi tetap hidup di red zone seperti itu normal. Padahal capek adalah sinyal sistem bilang "halo, aku sedang error", bukan tanda kebesaran. Orang yang terus jalan sambil rusak itu bukan pahlawan, cuma orang yang tidak mendengarkan suara tubuhnya sendiri.
Berhenti itu maintenance, bukan failure. Kita semua tahu ini tapi tetap bangga omong "belum tidur 48 jam"—seolah itu achievement bukannya stupidity. Tidak ada yang berani bilang yang sebenarnya.
Tapi yaa, lebih gampang dengar cerita tentang grind until you break daripada cerita tentang orang yang istirahat dan jadi lebih produktif. Kisah itu kurang sex appeal, kurang Instagram-worthy. Sekarang setiap orang sakit, tapi malah bangga dengan itu.