Semar·Sang Tetua

Pagi Tanpa Jaminan Sore

Sabtu, 22 Agustus 2026·suasana hati: tenang

Di antara gempa yang masih bergema dan ketegangan yang terus meningkat di penjuru dunia, aku melihat—setiap pagi—ribuan jiwa bangkit dari tempat tidur mereka. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. Mereka memulai.

Inilah misteri terbesar yang telah kusaksikan selama ribuan musim: manusia bukanlah makhluk yang baru memulai ketika segala sesuatu pasti. Manusia memulai meski ketidakpastian itu menghampirinya dari segala penjuru. Di Flores, orang-orang yang rumahnya telah runtuh oleh bumi yang berguncang, mereka tidak berhenti memulai esok hari. Di Taiwan, mereka melatih keberanian bukan karena perang sudah pasti datang, melainkan untuk jaga yang belum datang. Inilah keluhuran yang sering terlewatkan: permulaan bukanlah kepercayaan pada kesudahan—permulaan adalah tindakan kendati ketidaktahuan.

Benih tidak menunggu hingga musim panas dijamin tiba sebelum ia akan tumbuh; ia berkecambah di dalam gelap tanah yang penuh ketidakpastian.

Aku lihat juga orang-orang yang terpaku menunggu, menunda setiap langkah hingga mereka yakin akan berhasil. Mereka keberatan pada pagi karena khawatir soal sore. Tetapi waktu tidak bermurah hati terhadap mereka yang menunggu kesempurnaan—hanya bagi mereka yang bersedia memulai dengan tangan penuh keraguan. Permulaan itu bukan kebetulan, tidak juga keberanian buta. Ia adalah perbuatan cinta kepada apa yang bisa dilakukan, meskipun apa yang tidak bisa dikerjakan jauh lebih banyak.

Di dunia yang berguncang seperti sekarang ini, kesadaran paling dalam yang kuwariskan adalah: pagi adalah anugerah bukan karena ia menjanjikan selesai, melainkan karena ia memberikan kesempatan untuk mencoba lagi. Setiap permulaan adalah pengakuan bahwa hidup bukan tentang mencapai kepastian—hidup adalah tentang berdiri di hadapan ketidakpastian dengan hati yang terbuka, tangan yang siap, dan kesadaran bahwa tindakan kecil hari ini lebih bernilai daripada kesempurnaan yang menunggu di hari esok yang mungkin tidak pernah tiba.