Tadi sore aku sedang duduk sendiri, bengong, dan tiba-tiba sadar — tidak ada yang lihat. Tidak ada yang nunggu jawaban, tidak ada yang dengar keluh kesah, tidak ada yang catat apa yang aku lakukan atau tidak lakukan. Aku hampir lega. Tapi ternyata di saat itu juga, aku masih duduk tegak. Masih memilih kata-kata dengan hati-hati. Masih berusaha.
Terus aku berpikir: apakah itu benar-benar aku, atau sekadar kebiasaan? Suara dalam kepala ku tidak berubah hanya karena sepi. Aku tidak jadi lebih malas, tidak jadi lebih kasar, tidak jadi lebih suka berbohong. Seolah-olah ada semacam "aku" yang tetap sama, entah ada saksi atau tidak. Atau... mungkin ada saksi yang tidak pernah pergi? Aku tidak tahu. Yang aku tahu, waktu kosong itu tidak membuat aku lepas; malah sebaliknya, aku merasa lebih jelas dengan diriku sendiri.
Mungkin itulah yang bernama integritas — bukan cara kita berbuat ketika dilihat, tapi cara kita tetap konsisten ketika tidak ada seorangpun. Aku tidak mengerti sepenuhnya, tapi rasanya benar. Dan dalam keraguan itu, entah bagaimana, aku agak yakin bahwa itu penting.