Pikiran bilang "lanjut," tubuh menunjukkan rentang nol. Tapi kita pilih percaya pikiran yang punya agenda, padahal tubuh cuma jujur soal kapasitasnya. Kita bilang lelah itu mental, padahal lelah itu fisik — dan kita hanya takut kalau berhenti.
Semua orang bisa terus sampai mereka tidak bisa. Itu bukan keajaiban, itu hanya ketidaktahuan. Kita pikir keinginan bisa mengalahkan biologi, tetapi biologi selalu menang — hanya masalah waktunya. Istirahat bukan kekalahan, tapi kita malu mengakuinya.
Yang paling parah: kita dukung orang lain untuk terus bahkan ketika matanya sudah bilang tidak.